Arsip untuk ‘C#’ Kategori

h1

Diagram Hirarki Teciptanya Bahasa-Bahasa Pemrograman C# , PHP, Java, Javascript, Delphi, Python, Ada, Ruby, Perl, Cobol, Fortran

September 28, 2008

Diagram Hirarki Teciptanya Bahasa-Bahasa Pemrograman C# , PHP, Java, Javascript, Delphi, Python, Ada, Ruby, Perl, Cobol, Fortran

Cukup menarik untuk menyimak dari mana asal semua bahasa-bahasa yang telah aku sebutin pada judul diatas. Diagram hirarkinya dapat kamu lihat disini

http://www.levenez.com/lang/

h1

Free download e-book ASP.NET – C#

September 14, 2008

Essential ASP .NET with Examples in C#

Essential ASP .NET with Examples in C#

Book Description
Buku yang bagus banget untuk kamu memulai belajar ASP.NET dengan C#. Info dan downloadnya ada dibawah ini…

E-Book Essential ASP .NET with Examples in C# »

h1

Tutorial ADO.Net dengan C# – Bab 6 – Pembuatan Layer User Interface

Agustus 30, 2008


<< Baca tutorial sebelumnya : Tutorial ADO.Net dengan C# – Bab 5 – Pembuatan Layer Business Logic

Nah sekarang kita sudah masuk ke pembuatan user interface sebagai interaksi antara system yang sudah dibangun dengan user. Desainnya sih relatif sesuai selera kamu, tapi biar kamu ga bingung mending kamu ikuti seperti contoh dibawah. Nah… dari awal pembuatan solusi kan sudah ada 1 buah project yang namanya sama dengan solusinya yaitu project DataDiri, dan pada project tersebut sudah ada 1 form yaitu Form1. Sekarang ganti propertiy name dari Form1 itu menjadi frmDataDiri. Kemudian desain form tersebut kurang lebih sebagai berikut :

Read the rest of this entry ?

h1

Tutorial ADO.Net dengan C# – Bab 5 – Pembuatan Layer Business Logic

Agustus 30, 2008


<< Baca tutorial sebelumnya : Tutorial ADO.Net dengan C# – Bab 4 – Pembuatan Layer DataAccess

Business logic ini akan kita gunakan untuk menghubungkan antara Data Access Layer dan antarmuka. Kita akan mengimplementasikan business logic ini dalam sebuah project class library. Langkah2 pembuatannya adalah sebagai berikut :

Buat project baru dengan meng-klik kanan soution DataDiri kemudian pilih Add – New Project, pilih Class library, kasih nama DataDiri_BusinessLogic.Kemudian klik OK.

Ganti nama Class1.cs pada project DataDiri_DataAcess dengan nama BusinessLogic.cs

Library DataDiri_BusinessLogic ini akan memakai library dari DataDiri_DataAccess. Maka agar kelas ataupun method yang telah didefinisikan dalam library DataDiri_DataAccess dapat dipakai, maka kita harus
menambahkan reference terlebih dahulu. Adapun cara untuk menamahkan reference adalah dengan mengklik kanan nama project DataDiri_BusinessLogic kemudian kita klik menu Add Reference. Pada jendela Add Reference kita pilih tab Projects, kemudian kita pilih nama project DataDiri_DataAccess dan kita tekan tombol OK.

Masukkan kode2 berikut pada BusinessLogic.cs

Read the rest of this entry ?

h1

Tutorial ADO.Net dengan C# – Bab 4 – Pembuatan Layer DataAccess

Agustus 30, 2008


<< Baca tutorial sebelumnya : Tutorial ADO.Net dengan C# – Bab 3 – Pembuatan Stored Procedure

Seperti yang sudah diterangkan sebelumnya Layer DataAccess ini akan berinteraksi langsung dengan DBMS
lewat pemanggilan Stored Procedure. Langkah2 pembuatannya adalah sebagai berikut :

Buat solution baru kasih nama DataDiri, nah didalam solusi yang baru ini sudah terdapat 1 project yang bernama sama yaitu project DataDiri. Yang ini ga usah di otak-atik dulu yaw….! Sabar-sabar nanti juga sampai ke situ ho ho ho.

Buat project baru dengan meng-klik kanan soution DataDiri kemudian pilih Add – New Project, pilih Class library, kasih nama DataDiri_DataAccess.Kemudian klik OK.

Ganti nama Class1.cs pada project DataDiri_DataAcess dengan nama DataAccess.cs

Masukkan kode2 berikut pada DataAccess.cs
Read the rest of this entry ?

h1

Tutorial ADO.Net dengan C# – Bab 3 – Pembuatan Stored Procedure

Agustus 30, 2008


<< Baca tutorial sebelumnya : Tutorial ADO.Net dengan C# – Bab 2 – Pembuatan Data Base

Dalam tutorial kali ini kita akan membuat stored procedure. Tapi sebelumnya aku mau nanya dulu… Dimanakah rumahnya Jendral Sudirman pas masih kecil…. eh ga tau ya??? kalo begitu tau ga apa itu stored procedure??? Weewww ga tau juga!!…. kalo begitu tau ga, apa bumbu yang dipake untuk membuat nasi goreng????…. Lho kok malah muter2. Stored procedure merupakan rangkaian program yang dapat disimpan dan dipanggil/dieksekusi oleh program lain. Keuntungan pemakaian stored procedure akan meningkatkan performance database, meningkatkan sekuritas database dan masih banyak lagi keunggulan lainnya.
Read the rest of this entry ?

h1

Tutorial ADO.Net dengan C# – Bab 2 – Pembuatan Data Base

Agustus 30, 2008


<< Baca tutorial sebelumnya : Tutorial ADO.Net dengan C# – Bab 1 – Introduction

Dalam pembahasan kali ini kita akan mencoba membuat sebuah database. Database yang digunakan adalah Ms SQL Server 2005 atau kamu juga bisa menggunakan SQL Server Express yang sudah disediakan MS Visual Studio 2005. Dalam pembuatan database ini kita akan membuatnya langsung dari Ms Visual Studio (Disini aku pake Ms Visual Studio 2005). Sebelumnya, pastikan SQL Server 2005 nya uda dijalankan. Langsung saja buka Ms.Visual Studionya. Langkah2 pembuatan database SQL Server baru dari Visual Studio 2005 adalah sebagai berikut :

Klik Server Explorer disamping kanan tanpilan, jika ga ada kamu bisa klik menu View trus pilih server explorer. Atau kalo pengen cepat pencet saja ctrl + alt + s pasti langsung nongol ho ho ho.

Klik kanan Data Connections kemudian pilih Add New SQL Server Database.

Akan tampil jendela Create NewSQL Server Data Base Isikan nama server yang akan digunakan, bila kamu menggunakan PC stand alone masukkan saja nama komputermu (disini nama komputer yang aku pakai kazetku). Untuk autentifikasinya pilih saja Use Windows Autothentications. Untuk nama data basenya kasih nama dbDataDiri. Mungkin tampilan akan seperti berikut :

Klik OK untuk membuat database baru, maka pada Server Explorer akan muncul data base baru dengan nama dbDataDiri.dbo. Mungkin akan ada tambahan nama server yg dipakai didepannya. Coba kamu cek ke SQL Server Enterprise Manager apakah data baru saja dibuat sudah ada… ho ho ho ya terang saza sudah ada… lha tuh uda muncul di Server Explorer. Weikz malah guyon… lanjut yaw.. lho sampai mana tadi…????

Coba kamu klik 2 kali (lebih juga boleh :D ) database yang baru saja dibuat tadi, maka akan bermunculan item-item yang berinisial cukup familiar ditelinga kamu seperti tables, view, stored procedures dan functions. Nah untuk mulai membuat tabel kamu tinggan klik kanan item Tables kemudian pilih Add New Table. Kemudian isikan data2nya seperti berikut :

Kemudian simpan dengan nama tbl_data_diri. Nah sampai langkah ini kamu sudah berhasil membuat data base yang akan kita pakai untuk tutorial berikutnya. Coba deh kamu isikan beberapa data dengan mengklik kanan table yang sudah dibuat kemudian pilih Show Table Data lalu masukkan data yang ingin kamu masukkan.

Ada masukan atau pertanyaan??? silahkan posting dibawah…. belajar bareng yupz… biar tambah pinter ho hoho :D

Ngelmu dari : ilmukomputer.com + kitab msdn + blog2 yg bae2

bersambung ke Tutorial ADO.Net dengan C# – Bab 3 – Pembuatan Stored Procedure >>

h1

Tutorial ADO.Net dengan C# – Bab 1 – Introduction

Agustus 30, 2008

Berikut ini aku akan memberikan tutorial cara mengakses database SQL Server 2005 dengan menggunakan teknology ADO.Net dan bahasa yang akan digunakan adalah C#. Untuk tutorial dengan VB.Net kalian bisa lihat ditutorial lainnya. Kebetulan karena setelah saya baca2 beberapa comment yang masuk kesitus ini menanyakan tentang penggunaan procedure, maka saya coba menjelaskan juga tentang penggunaan procedure. Yupz ga usah bertele2 langsung saja ke tampilan jadinya seperti berikut :

Berikut ini adalah beberapa bab tutorial yang sudah aku susun untuk kalian :

  • Tutorial ADO.Net dengan C# – Bab 1 – Introduction
  • Tutorial ADO.Net dengan C# – Bab 2 – Pembuatan Data Base
  • Tutorial ADO.Net dengan C# – Bab 3 – Pembuatan Stored Procedure
  • Tutorial ADO.Net dengan C# – Bab 4 – Pembuatan Layer DataAccess
  • Tutorial ADO.Net dengan C# – Bab 5 – Pembuatan Layer Business Logic
  • Tutorial ADO.Net dengan C# – Bab 6 – Pembuatan Layer User Interface

Nah sekarang kalian tentu sudah mempunyai sedikit gambaran tentang apa yang akan dibuat.Dalam pembuatan aplikasi kecil ini kita akan menggunakan arsitektur sebagai berikut :

Dari gambar tersebut terlihat beberapa package yang nantinya akan diimplementasikan dalambentuk library. Package DataAccess akan berinteraksi langsung dengan DBMSlewat pemanggilan Stored Procedure, kemudian package BusinessLogic akanberinteraksi dengan package DataAccess dengan memanggil method-method yang dimiliki oleh kelas yang terdapat dalam package tersebut, dan akhirnya package
BusinessLogic akan dikonsumsi oleh package User Interface.

Ngelmu dari : ilmukomputer.com + kitab msdn + blog2 yg bae2

Ada masukan atau pertanyaan??? silahkan posting dibawah…. belajar bareng yupz… biar tambah pinter ho hoho :D

bersambung ke : Tutorial ADO.Net dengan C# – Bab 2 – Pembuatan Data Base >>

h1

Tutorial belajar C# – Pengenalan C# – Bab 6 – Pemrograman Berorientasi Objek

Agustus 30, 2008

<< Tutorial sebelumnya : Tutorial belajar C# – Pengenalan C# – Bab 5 – Penanganan Error

Bahasa yang benar-benar berorientasi obyek mendukung 4 pilar utama dari OOP, yaitu Abstraction, Inheritance, polimorphism dan encapsulation. OOP merupakan metode pemrograman dimana programmer harus mendefinisikan tipe data dari struktur data dan juga tipe dari operasi yang dapat diaplikasikan ke struktur data. Dengan demikian struktur data menjadi objek yang memiliki data dan fungsi. Beberapa keunggulan OOP antara lain :

  • Maintainability : kemampuan untuk dikelola
  • Extensibility : kemampuan untuk dapat diperluas
  • Reusability : kemampuan untuk dapat digunakan kembali

Beberapa komponen penting yang sering digunakan dalam OOP antara lain :

  • Objek : merupakan dasar intetitas runtime dalam suatu sistem berorientasi objek
  • Class : merupakan cetak biru (blueprint) atau template dari objek dengan kata lain class merupakan representasi abstrak sedangkan objek merupakan representasi nyata. Suatu class dapat berisi property, field, method dan event dari suatu objek yang disebut members dari suatu class. Dalam .net semua class dasar dikelompokkan kedalam Namespace.
  • Method : merupakan suatu tindakan yang dilakukan oleh objek
  • Event : pemberitahuan yang diterima oleh objek
  • Field : merupakan informasi atau atribut yang terdapat didalam suatu objek. Bentuk field mirip dengan variabel yaitu dapat dibaca dan diset secara langsung.
  • Property : merupakan informasi (atribut) yang dapat disimpan dalam objek. Property dapat dideklarasikan dengan Public Property (tdk bisa menulis property) dan Method Property (dapat mengontrol operasi property). Terdapat 2 bagian dalam property yaitu Get dan Set. Get hanya memperbolehkan akses data sedangkan Set memperbolehkan mengubah nilai data.

Class dan Objek

Berikut adalah contoh class dan cara instansiasi class tersebut menjadi objek pada C# :

//ClassExample.cs
using System;
using System.Collections.Generic;
using System.Linq;
using System.Text; 

namespace STS.Console
{
    public class ClassExample
    {
    }
}

Berikut adalah contoh proses instansiasi class ClassExample :

using System;
using System.Collections.Generic;
using System.Linq;
using System.Text;
using STS.Common.Math; 

namespace STS.Console
{
    class Program
    {
        static void Main(string[] args)
        {
		            ClassExample classExample = new ClassExample();
        }
    }
}

Method dan Field

Ada dua jenis method, yaitu :

1. Method yang tidak melemparkan nilai biasanya disebut procedure.

Sintaks :

ClassExamle.cs
using System;
using System.Collections.Generic;
using System.Linq;
using System.Text; 

namespace STS.Console
{
    public class ClassExample
    {
        public void Tambah(int bilanganA, int bilanganB)
        {
            int hasil = bilanganA + bilanganB;
            System.Console.WriteLine(hasil);
        }
    }
}

Contoh penggunaan :

Program.cs
using System;
using System.Collections.Generic;
using System.Linq;
using System.Text;
using STS.Common.Math; 

namespace STS.Console
{
    class Program
    {
        static void Main(string[] args)
        {
            ClassExample classExample = new ClassExample();
            classExample.Tambah(3, 10); 

            System.Console.ReadKey(); 

        }
    }
}

2. Method yang melemparkan nilai biasanya disebut function.

Sintaks :

ClassExamle.cs
using System;
using System.Collections.Generic;
using System.Linq;
using System.Text; 

namespace STS.Console
{
    public class ClassExample
    {
        public int Kurang(int bilanganA, int bilanganB)
        {
            return bilanganA - bilanganB;
        }
    }
}

Contoh penggunaannya :

using System;
using System.Collections.Generic;
using System.Linq;
using System.Text;
using STS.Common.Math; 

namespace STS.Console
{
    class Program
    {
        static void Main(string[] args)
        {
            ClassExample classExample = new ClassExample();
            System.Console.WriteLine(classExample.Kurang(17,4)); 

            System.Console.ReadKey(); 

        }
    }
}

Field adalah property pada class seperti pada contoh kode berikut :

ClassExample.cs
using System;
using System.Collections.Generic;
using System.Linq;
using System.Text; 

namespace STS.Console
{
    public class ClassExample
    {
        public int bilangan1;
        public int bilangan2;
        private string hasil;
        protected string nama;
    }
}

Dari contoh di atas maka field bilangan1 dan bilangan2 dapat diakses secara langsung
sebagai method dari objek di dalam class manapun karena menggunakan public sebagai
access-modifier. Sedangkan field nama, karena menggunakan access-modifier protected maka hanya dapat
digunakan oleh class yang merupakan class turunan dari ClassExample.

Contoh :

ClassTurunan.cs
using System;
using System.Collections.Generic;
using System.Linq;
using System.Text; 

using STS.Console; 

namespace STS.Console
{
    public class ClassTurunan : ClassExample
    {
        public void TestMethod()
        {
            this.nama = "Naruto";
        }
    }
}

Pada class ClassExample terdapat field yang menggunakan access-modifier private. Artinya
field ini hanya bisa digunakan di dalam class tersebut.
Field pada suatu class secara default mempunyai access-modifier private dan memang
seharusnya tetap seperti itu. Agar class lain dapat melakukan pengambilan (get) atau pengisian (set) nilai field tersebut maka perlu dibuat public method yang berfungsi untuk
itu.
Public method ini dideklarasikan bukan seperti method yang telah dibuat sebelumnya,
istilah yang tepat sebagai pengganti nama ‘method’ untuk fungsi seperti di atas adalah
Property.

Cara mendeklarasikan Property adalah sebagai berikut :

ClassExample.cs
using System;
using System.Collections.Generic;
using System.Linq;
using System.Text; 

namespace STS.Console
{
    public class ClassExample
    {
        public int bilangan1;
        public int bilangan2;
        private string hasil;
        protected string nama; 

        public string Hasil
        {
            get {return hasil;}
            set {hasil = value;}
        }
    }
}

Static Member

Pada bagian sebelumnya telah dijelaskan cara membuat class, method dan field. Pada
contoh di atas terlebih dahulu harus dibuat instance dari class agar dapat mengakses
method atau field.

Pada bagian ini akan dijelaskan cara membuat method agar dapat digunakan tanpa harus
melakukan instansiasi class terlebih dahulu.

Caranya sangat mudah yaitu dengan menambahkan kata kunci static pada method yang
diinginkan seperti pada contoh berikut :

ClassExample.cs
using System;
using System.Collections.Generic;
using System.Linq;
using System.Text; 

namespace STS.Console
{
    public class ClassExample
    { 

        public static void Kali(int bilanganA, int bilanganB)
        {
            int hasil = bilanganA * bilanganB;
            System.Console.WriteLine(hasil);
        }
    }
}

Untuk menggunakan method ini cukup dengan menulis kode seperti berikut ini :

Program.cs
using System;
using System.Collections.Generic;
using System.Linq;
using System.Text;
using STS.Common.Math; 

namespace STS.Console
{
    class Program
    {
            ClassExample.Kali(3, 10); 

            System.Console.ReadKey(); 

        }
    }
}

Inheritance dan Polymorphism

Inheritance

Inheritance atau penurunan adalah kemampuan membuat suatu class anak dari suatu class
induk, dimana seluruh field dan method diturunkan kepada class anak, kecuali method atau
field dengan access-modifier private.

Contoh kasus inheritance ini adalah seperti kode berikut :

ClassTurunan.cs
using System;
using System.Collections.Generic;
using System.Linq;
using System.Text; 

using STS.Console; 

namespace STS.Console
{
    public class ClassTurunan : ClassExample
    {
        public void TestMethod()
        {
            this.nama = "Naruto";
        }
    }
}

Pada kode di atas, yang menjadi class induk adalah ClassExample dan ClassTurunan
merupakan class anaknya. Baris berikut menyatakan cara membuat class ClassTurunan
sebagai turunan dari class ClassExample.

Polymorphism

Polymorphism bila diartikan dengan melihat arti dari kata penyusunnya yaitu poly yang
berarti “banyak dan morph yang berarti “bentuk” maka secara keseluruhan artinya adalah“banyak bentuk”.

Masih berhubungan dengan inheritance atau penurunan, misalkan dibuat class yang akan
menjadi class induk seperti berikut :

CurveMath.cs
using System;
using System.Collections.Generic;
using System.Linq;
using System.Text; 

namespace STS.Common.Math
{
    public class CurveMath
    {
        private int panjang;
        private int lebar;
        private int jejari; 

        public int Panjang
        {
            set{panjang = value;}
            get { return panjang; }
        } 

        public int Lebar
        {
            set { lebar = value; }
            get { return lebar; }
        } 

        public int Jejari
        {
            set { jejari = value; }
            get { return jejari; }
        } 

        public virtual void HitungLuas()
        {
            System.Console.WriteLine(Panjang * Lebar);
        }
    }
}

Pada kode di atas dapat dilihat terdapat kata kunci virtual pada method berikut :

public virtual void HitungLuas()
{
    System.Console.WriteLine(Panjang * Lebar);
}

Artinya method ini dapat diubah menjadi bentuk lagi dengan cara di-override. Seperti yang
dilakukan oleh class Lingkaran.

Lingkaran.cs
using System;
using System.Collections.Generic;
using System.Linq;
using System.Text; 

using STS.Common.Math; 

namespace STS.Console
{
    public class Lingkaran : CurveMath
    {
        public override void HitungLuas()
        {
            System.Console.WriteLine(3.14 * Jejari * Jejari);
        }
    }
}

Pada kode di atas dapat dilihat digunakan kata kunci override, kata kunci ini hanya dapat
digunakan kepada method yang menggunakan kata kunci virtual.

Method Overloading

Method overloading, untuk mengetahui arti dari istilah ini maka bisa melihat terlebih
dahulu baris kode di bawah ini :

Lingkaran.cs
using System;
using System.Collections.Generic;
using System.Linq;
using System.Text; 

using STS.Common.Math; 

namespace STS.Console
{
    public class Lingkaran : CurveMath
    {
        public override void HitungLuas()
        {
            System.Console.WriteLine(3.14 * Jejari * Jejari);
        } 

        /// <summary>
        /// Tidak ada parameter
        /// </summary>
        public void Tambah()
        {
            System.Console.WriteLine(3 + 10);
        } 

        /// <summary>
        /// Terdapat satu parameter
        /// </summary>
        public void Tambah(int bilangan)
        {
            System.Console.WriteLine(3 + bilangan);
        } 

        /// <summary>
        /// Terdapat dua parameter dengan tipe data int
        /// </summary>
        public void Tambah(int bilangan1, int bilangan2)
        {
            System.Console.WriteLine(bilangan1 + bilangan2);
        } 

        /// <summary>
        /// Terdapat dua parameter dengan tipe data double
        /// </summary>
        public void Tambah(double bilangan1, double bilangan2)
        {
            System.Console.WriteLine(bilangan1 + bilangan2);
        }
    }
}

Pada kode di atas dapat dilihat terdapat tiga method dengan nama yang sama yaitu Tambah
perbedaan tiap method adalah dilihat dari jumlah parameter dan tipe data yang digunakan.

Collection

Collection berfungsi sebagai kontainer untuk menyimpan sekumpulan objek. Collection
mirip dengan konsep array. Untuk mengakses data dalam collection biasanya dilakukan
dengan melakukan iterasi terhadap data yang ada dalam collection atau dapat juga diakses
dengan menggunakan indeks atau indexers.

ArrayList

Berikut adalah contoh penggunaan ArrayList.

Program.cs
using System;
using System.Collections.Generic;
using System.Linq;
using System.Text;
using STS.Common.Math;
using System.Collections; 

namespace STS.Console
{
    class Program
    {
        static void Main(string[] args)
        {
            ArrayList al = new ArrayList(); 

            Pegawai p1 = new Pegawai();
            p1.Nama = "Naruto";
            p1.Umur = 30;
            al.Add(p1); 

            Pegawai p2 = new Pegawai();
            p2.Nama = "Faisal";
            p2.Umur = 25;
            al.Add(p2); 

            System.Console.WriteLine("Jumlah objek : " + al.Count); 

            for (int i = 0; i < al.Count; i++)
            {
                int j = i + 1;
                Pegawai pegawai = (Pegawai)al[i];
                System.Console.WriteLine(j + ". " + pegawai.Nama
+"("+pegawai.Umur+")");
            } 

            System.Console.ReadKey();
        }
    }
}

Hashtable

Berbeda dengan ArrayList, Hashtable mempunyai key. Berikut contoh pemanfaatan
Hashtable.

rogram.cs
using System;
using System.Collections.Generic;
using System.Linq;
using System.Text;
using STS.Common.Math;
using System.Collections; 

namespace STS.Console
{
    class Program
    {
        static void Main(string[] args)
        {
            Hashtable ht = new Hashtable(); 

            Pegawai p1 = new Pegawai();
            p1.Nama = "Naruto";
            p1.Umur = 30;
            ht.Add("P1", p1); 

            Pegawai p2 = new Pegawai();
			            p2.Nama = "Faisal";
            p2.Umur = 25;
            ht.Add("P2", p2); 

            System.Console.WriteLine("Jumlah objek : " + ht.Count); 

            IDictionaryEnumerator enumerator = ht.GetEnumerator();
            while (enumerator.MoveNext())
            {
                Pegawai pegawai = (Pegawai)enumerator.Value; 

                System.Console.WriteLine(enumerator.Key.ToString() + " " +
pegawai.Nama
                + "(" + pegawai.Umur + ")");
            } 

            System.Console.ReadKey(); 

        }
    }
}

Mungkin ada tambahan, masukan atau pertanyaan untuk tulisan diatas???? Silahkan isikan comment dibawah :)

h1

Tutorial belajar C# – Pengenalan C# – Bab 5 – Penanganan Error

Agustus 30, 2008

<< Tutorial sebelumnya : Tutorial belajar C# – Pengenalan C# – Bab 4 – Pencabangan dan Perulangan

Untunglah dalam bahasa-bahasa pemrograman modern, seperti C++, Java, dan C#, telah
disediakan cara baru untuk menangani error. Cara ini, yang dikenal sebagai exception
handling, berkaitan erat dengan paradigma pemrograman berbasis object (OPP).
Ide utama dari exception handling ini adalah memisahkan antara kode-kode yang berisikan
inti proses dan kode-kode yang digunakan untuk menangani error.
Secara teknis exception adalah objek yang merepresentasikan error yang muncul pada saat
aplikasi dijalankan. Artinya mesti dilakukan proses pembuatan objek Exception baru,

menginisiasi informasi-informasi didalamnya, dan menginformasikan pada sistem bahwa
ada error yang muncul.
Exception menggunakan class yang berbeda untuk tiap kesalahan. Pada level yang paling

atas adalah Exception dan mempunyai dua turunan yaitu :

  1. SystemException, dihasilkan oleh CLR dan .NET Framework.
  2. ApplicationException, digunakan untuk exception yang didefinisikan oleh aplikasi.

Statement yang digunakan untuk menangani exception adalah try-catch-finally dengan
sintaks seperti berikut :

try
{
    // operasi yang mungkin menghasilkan exception
}
catch
{
    // penanganan exception
}
finally
{
    // langkah-langkah yang harus selalu dilakukan,
    // ada atau tidak ada exception
}

Contoh :

try
{
    System.Console.WriteLine("Masukkan angka pembagi :");
    int angka = Convert.ToInt32(System.Console.ReadLine()); 

    if (angka == 0)
    {
        throw new Exception("Angka tidak boleh 0");
    }
    System.Console.WriteLine("Angka yang dimasukkan adalah " + angka);
}
catch (Exception ex)
{
    System.Console.WriteLine(ex.Message);
}
finally
{
    System.Console.WriteLine("Proses selesai");
}
System.Console.ReadKey();

Mungkin ada tambahan masukan atau pertanyaan dari tulisan diatas silahkan posting comment dibawah….. makasih :)

Tutorial selanjutnya : Tutorial belajar C# – Pengenalan C# – Bab 6 – Pemrograman Berorientasi Objek >>