Arsip untuk ‘XML’ Kategori

h1

ADO.NET dan XML – Dasar-Dasar XML

September 12, 2008

XML

Tentu kamu sudah sering dengar apa itu XML. XML (Extensible Markup Language) merupakan bahasa markup yang menggunakan tag-tag dalam pelabelan, menggolongkan, dan mengorganisir informasi dengan cara tertentu. XML dapat jadi merupakan sebuah solusi untuk pengiriman data yang sama ke barbagai tujuan yang berbeda, misalnya kedalam handphone dan web browser dalam waktu yang sama.

XML tuh masih saudara dekat sama HTML (Hyper Text Markup Language) yang digunakan untuk menampilkan informasi dihalaman web, keduanya masih satu turunan dari induk markup language yaitu SGML (Standard Generalized Merkup Language). Tidak seperti HTML yang mempunyai pendefinisian tag, XML tidak mempunyai definisi tag. Sebagai gantinya kita dapat mendefinisikan tag-tag kita sendiri dengan menggunakan XML. Tapi meskipun begitu XML mempunyai aturan-aturan untuk sebuah sintaks dokumen XML.

Keunggulan XML

Apa sih keunggulan XML? Keunggulan XML antara lain :

  • Mempunyai sedikit aturan sehingga mudah dibuat dan mudah dibaca
  • Mudah untuk dikembangkan lagi
  • Dapat diterjemahkan diberbagai macam bahassa pemrograman (platform) dan tool

Element

Element merupakan blok bangunan fundamental setiap file XML. Pada elemen terdiri dari tag pembuka, isi dan tag penutup. Contohnya adalah sebagai berikut :

	<mahasiswa>
		<nama> Aji </nama>
		<email> setyoaji@ymail.com </email>
	</mahasiswa>

Pada contoh diatas terdapat satu elemen yaitu mahasiswa. Elemen mahasiswa dimulai dengan tag <barang> dan ditutup dengan </barang>

Atribut

Atribut merupakan bagian dari file XML yang digunakan untuk memberikan informasi ekstra mengenai sebuah elemen. Sebuah atribut selalu muncul dalam tag pembukaan sebuah element, dengan bentuk dasar Nama=”value”. Jadi sebuah atribut terdiri dari dua bagian yaitu nama dan nilai (value). Pada sebuah elemen dapat memiliki banyak atribut.

Manfaat Menggunakan XML

Banyak sekali manfaat yang didapatkan dari pemakainan XML tetapi yang paling umum adalah :

  • XML dapat digunakan untuk menyimpan informasi konfigurasi, seperti setting security untuk aplikasi web, lokasi modul yang diperlukan dan sebagainya.
  • XML merupakan format yang sangat baik untuk mengirimkan informasi tanpa memandang platform atau bahasa yang digunakan
  • XML merupakan pengganti yang paling tepat untuk database kecil. Dengan XML dapat dibuat sebuah format file sederhana yang dapat dihubungkan dan diedit oleh program atau pemakai.

Aturan Penulisan XML

Aturan dasar penulisan dokumen XML antara lain :

  • Dokumen XML terdiri dari tag yang bersifat case sensitif (membedakan huruf besar dan kecil), misal <KOTA> berbeda dengan <kota>
  • Semua elemen XML harus mempunyai tag penutup, misal <kota> surabaya </kota>
  • Semua elemen XML harus bersarang, misalnya :
<mahasiswa>
	<nim> 123456789 </nim>

	<nama> Setyo Aji </nama>
</mahasiswa>
  • Semua dokumen XML harus mempunyai elemen root dan semua elemen lainnya harus berada didalam elemen root. misalnya :
<?xml version="1.0" standalone="yes"?>
<XMLSchema1 xmlns="http://tempuri.org/XMLSchema1.xsd">
	<mahasiswa>

		<nim> 123456789 </nim>
		<nama> Setyo </nama>
	</mahasiswa>
	<mahasiswa>
		<nim> 234567890 </nim>
		<nama> Aji </nama>

	</mahasiswa>
</XMLSchema1>
  • Elemen XML dapat diperluas agar lebih banyak membawa informasi. Misalnya pada tag mahasiswa, maka dibawah tag <nama> dapat ditambahkan lagi tag <alamat> dan sebagainya.

XML Schema

XML Schema merupakan informasi mengenai metadata yang mendefinisikan cara yang tepat penstrukturan file XML. Untuk membuat struktur tabel dalam XML digunakan XSD (XML Schema Definition). Jika kamu membuat XML Schema yang terpisah dari file XML, file yang terbentuk akan mempunyai akhiran xsd. Berikut ini merupakan sebuah contoh dari XML Schema.

<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<xs:schema id="XMLSchema1"
targetNamespace="http://tempuri.org/XMLSchema1.xsd"
elemenFormDefault="qualified"
	xmlns="http://tempuri.org/XMLSchema1.xsd"
	xmlns:mstns="http://tempuri.org/XMLSchema1.xsd"
	xmlns:xs="http://www.3w.org/2001/XMLSchema">
	<xs:element name="mahasiswa">
		<xs:complexType>
			<xs:sequence>
				<xs:element name="nim" type="xs:string"/>
				<xs:element name="nama" type="xs:string"/>
			</xs:sequence>

		</xs:complexType>
	</xs:element>
</xs:schema>

Membuat Schema Sendiri

XML Schema merupakan sebuah format XML untuk menyimpan struktur sebuah database. Pada XML Schema berisi informasi tentang :

  • Tabel (Berisi nama tabel, field, dan tipe data)
  • Constrain
  • Relationship antar tabel

Langkah2 untuk membuat XML Schema sendiri dengan Visual Studio 2005 adalah sebagai berikut :

  1. Klik menu Project kemudian klik menu Add New Item
  2. Kemudian pilih templates XML Schema. Secara otomatis .Net akan memberikan nama pada kotak isian Name: (Misal XMLSchema2.xsd)
  3. Klik tombol open dan pada toolbox akan diaktifkan tab XML Schema.
  4. Lakukan drag kontrol Element kearah schema yang ada disebelah kanan Toolbox
  5. Selanjutnya ganti Teks element1 dengan “mahasiswa” dan isikan nama field berserta tipe datanya yaitu nim (string), dan nama (string).
  6. Mengingat yang dibuat adalah tabel master, perlu ditambahkan constrain Primary Key agar datanya unik (tidak ada yang dobel)
  7. Untuk membuat constrain klik kanan pada elemen sampai dimunculkan menu popup
  8. Kemudian pilih menu Add dan pilih menu New Key untuk menampilkan kotak dialog Edit Key.
  9. Sebuah dialog Edit Key ditampilkan dan aktifkan kotak cek Dataset Primary Key.
  10. Klik tombol OK untuk menutup kotal dialog Eidt Key.
  11. Jika ingin menambahkan RelationShips, setelah klik kanan pada elemen pilih Add dan pilih New relation. relationship akan berfungsi jika minimal terdapat 2 elemen dalam schema. Peletakan klik kanan harus pada tabel yang mengacu (tabel master} pada tabel lain. Bukan pada tabel yang diacu (tabel Master) oleh tabel lain.
  12. Selanjutnya lakukan generate dengan klik kanan pada XMLSchema. Designer dan pilih menu Generate Dtaset.
  13. Langkah berikutnya adalah membuat Typed Dataset yaitu dengan mengaktifkan tab Data pada toolbox, lakukan drag atau klik ganda pada kontrol Dataset
  14. Sebuah kotak dialog Add Dataset Ditampilkan. Tuliskan nama objek Dataset yang akan digunakan (Misal contoh_xml.XMLSchema2). Tutup seluruh proses dengan mengklik tombol OK.
  15. Aktifkan XMLSchema2.xsd yang baru saja dibuat sehingga kursor berada di XMLSchema Designer. Perhatikan pada properti targetNamespace. Target ini nantinya menjadi penghubung antara XML schema dengan XML File sebagai tempat penyimpanan data.
h1

Bagian-Bagian dari Dokumen XML

Agustus 6, 2008

Bagian-Bagian dari Dokumen XML

Sebuah dokumen XML terdiri dari bagian bagian yang disebut dengan node. Node-node itu adalah:

  • Root node yaitu node yang melingkupi keseluruhan dokumen. Dalam satu dokumen XML hanya ada satu root node. Node-node yang lainnya berada di dalam root node.
  • Element node yaitu bagian dari dokumen XML yang ditandai dengan tag pembuka dan tag penutup, atau bisa juga sebuah tag tunggal elemen kosong seperti <anggota nama=”budi”/> .
    Root node biasa juga disebut root element
  • Attribute note termasuk nama dan nilai atribut ditulis pada tag awal sebuah elemen atau pada tag tunggal.
  • Text node, adalah text yang merupakan isi dari sebuah elemen, ditulis diantara tag pembuka dan tag penutup
  • Comment node adalah baris yang tidak dieksekusi oleh parser
  • Processing Instruction node, adalah perintah pengolahan dalam dokumen XML. Node ini ditandai awali dengan karakter <? Dan diakhiri dengan ?>. Tapi perlu diingat bahwa header standard XML<?xml version=”1.0” encoding=”iso-8859-1”?> bukanlah processing instruction node. Header standard bukanlah bagian dari hirarki pohon dokumen XML.
  • NameSpace Node, node ini mewakili deklarasi namespace
h1

Apakah XSLT Itu?

Agustus 6, 2008

Apakah XSLT Itu?

XSLT adalah kependekan dari eXtensible StyleSheet Language:Transformation, adalah bagian dari XSL yang dikembangkan sebelumnya. XSL adalah Stylesheet yang khusus dikembangkan sebagai
komplemen XML, untuk merubah informasi pada XML ke dalam bentuk lain agar bisa ditampilkan di layar, dicetak di kertas atau didengarkan telinga. Pada dasarnya proses ini di bagi menjadi dua bagian proses yakni pertama Transformasi Struktural yang meliputi pengumpulan, pengelompokan dan pengurutan data maupun penyusunan ulang, penambahan dan penghapusan tag dan atribut, dan yang kedua adalah proses merubah format menjadi pixel dilayar, nohtah tinta di kertas atau nada di speaker. Proses yang pertama itulah yang kemudian disebut XSLT, sedangkan yang kedua biasa disebut XSLFO (eXtensible Stylesheet Language:Formatting Object).

Hasil Keluaran XSLT bisa berupa HTML, Text file atau XML dengan format yang baru. Sebenarnya untuk menampilkan dokumen XML agar lebih menarik dilihat di browser bisa dilakukan oleh Cascade StyleSheet. CSS yang sering digunakan untuk memformat HTML bisa juga dipakai untuk XML. Akan tetapi CSS tidak mampu melakukan tugas tugas yang rumit seperti memformat angka desimal, menjumlah, menghitung rata-rata, menampilkan gambar, dan lain-lain. Dan untuk melakukan tugas- tugas itulah kita memerlukan XSLT

XSLT Processor

XSLT Processor atau yang biasa disebut Parser adalah software bantu yang tugasnya menerapkan perintah-perintah dalam XSLT pada dokumen sumber XML, dan menghasilkan dokumen keluaran baik berupa HTML, Text file ataupun XML.

XSLT Processor yang digunakan pada pembahasan-pembahasan dan contoh-contoh dalam buku ini adalah MSXML3 buatan Micosoft. Bila browser kita adalah Internet Explorer versi 5.5 ke bawah, secara default menggunakan MSXML atau MSXML2 sebagai Processor. Sebagian besar contoh ini tidak bekerja dengan MSXML dan MSXML2. Untuk mendapatkan MSXML3 anda bisa download secara gratis dari websitenya Microsoft. Anda perlu men-download dua paket, yaitu MSXML itu sendiri beserta SDK-nya dan program XMLinst.exe. Yang disebutkan terakhir adalah utility untuk mengganti default XSL Processor pada internet Explorer dengan MSXML3. Setelah anda mendownloadnya, lakukan hal dibawah ini.

• Buka Command prompt

• Ketik xmlinst /u lalu tekan enter – perintah ini digunakan untuk melepaskan default XSL Processor yang digunakan sebelumnya.

• Ketik regsvr32 msxml3.dll lalu tekan enter – Perintah untuk meregister file dll?Ketik xmlinst lalu tekan enter – menggunakan MSXML versi terbaru sebagai default XSL Processor
pada Internet Explorer

Untuk lebih jelasnya anda bisa membacanya pada dokumentasi MSXML3 yang disertakan saat anda mendownloadnya.

Versi terakhir dari MSXML yang dikeluarkan Microsoft saat buku ini ditulis adalah versi 4. Pada MSXML4 ini, XSL Processor tidak terinstall secara default pada Internet Explorer menggantikan versi
sebelumnya, tetapi bekerja paralel dengan MSXML versi sebelumnya. Diperlukan script khusus pada file HTML untuk memanggilnya. Bila anda hendak menggunakannya sebagai XSLT Processor di
komputer anda, baca baik-baik Microsoft MSXML4 Parser SDK yang disertakan pada saat anda mendownloadnya.

Selain dari Microsoft, anda juga bisa menggunakan parser dari tempat lain misalnya Saxon yang dikembangkan oleh Michael Kay dapat anda peroleh secara gratis dari site
http://users.iclway.co.uk/mhkay/saxon/instant.html. Satu lagi parser yang bisa digunakan adalah xt yang bisa anda peroleh di http://www.jclark.com/xml/xt.html. Cara mempergunakan kedua parser tersebut bisa anda baca di website masing-masing. Tidak menutup kemungkinan anda juga mendapatkan parser lain yang banyak bertebaran di internet. Sekali lagi, baca baik-baik manual user yang disertakan setiap parser yang akan anda gunakan.

Contoh Sederhana

Untuk memahami bagaimana XML dan XSLT bekerja, perhatikan contoh berikut ini:

<?xml version=”1.0” encoding=”iso-8859-1”?>
<berita>Saya sedang belajar XML</berita>

Simpanlah document diatas dengan nama belajar.xml XSLT yang diperlukan adalah sebagai berikut

<?xml version=”1.0″ encoding=”iso-8859-1″?>
<xsl:stylesheet version=”1.0″ xmlns:xsl=”http://www.w3.org/TR/WD-xsl”>

<xsl:template match =’/'>
<html>
<head>
<title>XML Saya yang Pertama</title>
</head>
<body>
<p><xsl:value-of select=”berita”/></p>
</body>
</html>
</xsl:template>

</xsl:stylesheet>

simpanlah dokumen XSLT ini dengan nama belajar.xsl. Bila anda menggunakan MSXML3 sebagai parser, anda harus menambahkan satu baris heading standard sehingga dokumen XML Anda akan
menjadi seperti berikut:

<?xml version=”1.0” encoding=”iso-8859-1”?>
<?xml-stylesheet type=”text/xsl” href=”belajar.xsl”
<berita>Saya sedang belajar XML</berita>

Setelah itu anda bisa langsung menjalankannya di browser anda. Anda akan melihat tulisan “Saya sedang belajar XML” di jendela browser anda dan tulisan “XML Saya yang Pertama” sebagai title
halaman web anda.

Sedangkan untuk parser lain anda perlu jalankan parser tersebut sesuai petunjuk menjalankannya.

Hasil yang anda dapatkan sama dengan apabila anda menulis HTML seperti dibawah:

<html>
<head>
<title>XML Saya yang Pertama</title>
</head>
<body><p>Saya sedang belajar XML</p></body>
</html>

Bila anda tidak melihat apapun di jendela browser anda, berarti Internet Explorer yang anda gunakan belum menggunakan MSXML3 sebagai default parser. Install MSXML3 seperti yang saya jelaskan
sebelumnya.

Marilah kita bahas baris perbaris syntax XSLT diatas.

<?xml version=”1.0″ encoding=”iso-8859-1″?>

Baris pertama adalah heading standard pada XML. Versi yang digunakan dan satu-satunya versi yang ada saat buku ini ditulis adalah versi 1.0. encoding iso-8859-1 adalah nama resmi dari character
encoding yang biasa disebut ANSI. iso-8859-1 banyak digunakan di Eropa dan Amerika. Bila anda menggunakan text editor yang mendukung penggunaan character encoding yang lainnya, anda bisa
menggunakannya juga. Anda akan mendapatkan pembahasan yang lebih detil pada bab berikutnya.

<xsl:stylesheet version=”1.0″ xmlns:xsl=”http://www.w3.org/TR/WD-xsl”>

syntax diatas adalah heading standard untuk XLST. Atribut xmlns:xsl maksudnya adalah mendeklarasikan namespace XML bahwa awalan xsl akan digunakan untuk elemen yang didefinisikan
pada W3C XSLT Specification. Tentang Namespace ini akan dibahas pada bab lain.

Selanjutnya,

<xsl:template match =’/'>

tag diatas memberitahukan aturan yang dipicu ketika bagian tertentu dari dokumen sumber diproses. Dalam hal ini atribut match=’/’ menunjukkan aturan dipicu dari root dokumen.

<html>
<head>
<title>XML Saya yang Pertama</title>
</head>
<body>
<p><xsl:value-of select=”berita”/></p>
</body>
</html>

Ini adalah aturan yang dimaksud. Yaitu bagaimana output akan dihasilkan. Dan selanjutnya dua baris terakhir adalah tag penutup untuk dua tag pembuka pertama. Perlu diingat baris pertama bukan tag
pembuka tetapi adalah heading standard XML, jadi tidak perlu dibuat tag penutupnya.

h1

.NET Building Block Services

Agustus 5, 2008

.NET Building Block Services

Building block merupakan sekumpulan services yang bersifat programmable, yang dapat diakses secara offline maupun online. Service tersebut merupakan modul-modul yang terdapat di suatu komputer, server dalam jaringan, maupun di suatu server di internet. Service ini merupakan suatu idealisasi di masa depan, dimana sebuah aplikasi bersifat terdistribusi dengan modul-modul yang tersimpan di berbagai tempat, tetapi dapat diintegrasikan membentuk suatu aplikasi. Konsep ini merupakan arah pengembangan subscription based software, yang saat ini mulai banyak berkembang dan dikenal sebagai
Application Service Provider. Service tersebut dapat diakses oleh berbagai platform, asalkan platform tersebut mensupport protokol SOAP, yang merupakan protokol standar dalam mengakses web service. Peranan XML sebagai media definisi data menjadi sangat penting dalam hal ini, dan XML juga menjadi pusat perubahan besar dalam platform .NET. Dalam pelajaran selanjutnya, anda akan melihat bahwa semua data dalam .NET selalu direpresentasikan dalam bentuk XML.